Jumat, 18 September 2015

Bahaya mualaf palsu!

DICARI: Penyusup / Mualaf Palsu
Pola kafir yang pura-pura masuk islam untuk menghancurkan islam dari dalam dicoba dilakukan manusia ini.. Mari belajar dari kisah - kisah Abu Lahab dan Abdullah bin Saba
Nama: Fransiskus Edwin Santana
Lahir: Mataram, 17 Oktober 1983
Alamat yang diakui berbeda kota berdasarkan 2 SURAT LAPORAN POLISI dan 2 SERTIFIKAT MASUK ISLAM, yaitu:
- Jl RE Martadinata no 25 Rt 11 Rw 05, Kel Genteng, Kec Genteng Kulon, Kabupaten Banyuwangi
- Jl RE Martadinata no 25 Rt 11 Rw 05, Kel Genteng, Kec Genteng Kulon, Kel. Sangata, Kutai Timur, Kalimantan Timur
No HP yang pernah dipakai: 0812.1932.4663
Modus yang di gunakan:
1. Mendatangi Kantor Kepolisian dan membuat berita kehilangan
2. Mendatangi Kantor agama dan ataupun Masjid untuk menyatakan kebersediaan menjadi mualaf
3. Setelah mendapatkan dua dokumen tersebut dia bergerak untuk melancarkan modusnya, dia mengiba kepada muslimin dengan cara membuat bualan bualan palsu dari menjelek jelekkan kristen dan merendahkan ajaran lamanya di depan calon korban supaya percaya , mengaku anak pendeta untuk memperkuat argumennya.
Waspadalah dengan sosok mualaf palsu ini, saat ini seorang yang mengaku bernama Fransiskus Edwin Santana masih bebas berkeliaran, jika ada yang mendapati seorang ini serahkan kepada pihak yang berwajib, dan jika memerlukan bukti terkait untuk memperberat hukuman pada sosok ini maka team Mualaf.com siap memberikannya, baik tertulis maupun video serta rekaman yang berhasil kami dapatkan tanpa sepengetahuan mualaf palsu ini.
Mengapa mereka menyamar sebagai MUSLIM?
Tujuan Pertama : Memecah belah bangsa kita, membangkitkan permusuhan antara sebagian dengan sebagian yang lain, mengobarkan peperangan antar sesama bangsa serta menyulut api fitnah di antara kita
Tujuan Kedua : Merusak aqidah umat, menghancurkan pemahaman, moral, dan tatanannya, serta menjauhkan mereka dari jalan Alloh .
Tujuan Ketiga : Mendirikan negara Kristen di dukung Israel ( sudah terbukti di Tolikara)
Buktikanlah bahwa dakwah Islam tidak akan pernah bisa di hentikan dan NYATA Al-Qur`an sebagai suatu KEBENARAN YANG PASTI
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يُرِيدُونَ أَن يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At Taubah 32).
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
”Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS Al-Baqarah ayat 147)
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ
وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ
”Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS Al-Mu’minun ayat 71)
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran ayat 19)
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran ayat 85)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا
”Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (mengurangi) seorang mu'min hasanatnya, diberinya di dunia dan dibalas di akherat. Adapun orang kafir, maka diberi itu sebagai ganti dari kebaikan yang dilakukannya di dunia, sehingga jika kembali kepada Allah, tidak ada baginya suatu hasanat untuk mendapatkan balasannya.” (Muslim 5022)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: ”Seorang kafir jika berbuat kebaikan di dunia, maka segera diberi balasannya di dunia. Adapun orang mu'min jika ber¬buat kebajikan, maka tersimpan pahalanya di akherat di samping rizqi yang diterimanya di dunia atas keta'atannya.” (Muslim 5023)
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
“(Kuasa Allah ta’aala) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah ta’aala, Dialah Al- Haq (Kebenaran) dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah ta’aala, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah ta’aala, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS Al-Hajj ayat 62)
MOHON SEBARKAN KE SELURUH DKM dan UMMAT MUSLIM !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar